Saya, Intan Baiduri. Warga negara biasa, tak banyak mengerti tentang politik dan tetek bengeknya. Ijinkan saya untuk (sedikit) berbicara, (bukan) bicara tentang Politik. Hanya ingin menumpahkan uneg-uneg dangkal dan bodoh akan reaksi kalian tentang penyataan provokasi itu.

Tulisan ini buat kalian yang merasa sakit hatinya, buat beliau-beliau yang merasa terhina dan diinjak-injak martabatnya. Serta buat siapa saja yang terlecehkan.

Janganlah jadikan pernyataan itu sebagai hinaan, lecehan, penjatuhan martabat atau entah apa namanya. Tapi buatlah kata-katanya itu menjadi sebuah kekuatan dan semangat. Kekuatan untuk bersatu, semangat untuk menunjukkan bahwa apa yang dia katakan tak beralasan. Dan dia patut untuk menyesal hingga nyawa meninggalkan tubuhnya karena telah mengumbar kalimat konyol tanpa bukti.

Tolong berhentilah menghujat, mengeluarkan bahasa tak layak, maupun berdemo sekalipun. Itu hanya cara mereka memecah belah. Suplemen bagi kekuatan mereka. Saya bersumpah, mereka tertawa girang dan terpingkal melihat reaksi berlebihan. Cobalah tenang dan berpikir dengan kepala dingin, untuk melawan serta menyusun strategi cantik guna pemenangan yang akan bergulir beberapa hari kedepan.

Mari bangkit dan berjuang, demi negeri Indonesia tercinta. Untuk masa depan bangsa kita. Pemerintahan yang diharapkan bersama.

Merdeka!

*postingan ini didedikasikan untuk Politik Indonesia yang sedang mengalami goncangan hebat menuju PilPres 2009*

gambar dari sini

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

11 Comments

  • At 2009.07.05 19:41, Tonny Sutedja said:

    Setuju Intan. Renungan yang bagus…

    postingan terakhir Tonny Sutedja itu HARAPAN

    ReplyReply
    • At 2009.07.07 20:27, n t a n said:

      makasih, pak Toni

      kunjungan perdana yah ;)

      ReplyReply
      • At 2009.07.09 05:25, Tonny said:

        Yup, Intan. Selamat dan sukses selalu ya…

        postingan terakhir Tonny itu HARAPAN

        ReplyReply
    • At 2009.07.06 06:49, rusle said:

      Mantap Ntan.
      Pilpres ini biking semua jadi kehilangan kedewasaan.

      ReplyReply
      • At 2009.07.07 20:23, n t a n said:

        rasionalitas ternyata terkalahkan oleh emosionalitas :D

        ReplyReply
      • At 2009.07.06 08:48, Putra Catur said:

        Eeee…Ngk ngerti :)

        ReplyReply
        • At 2009.07.07 20:23, n t a n said:

          saya juga ;)
          makasih sudah berkunjung

          ReplyReply
        • At 2009.07.06 09:14, Ipul said:

          Ntan..meski [mengaku] bukan seorang yang mengerti politik, tapi postinganmu sangat dewasa..sangat demokratis..intinya, apapun dan siapapun pilihan kita di 8 Juli nanti, yang penting marilah memilih yang terbaik untuk negeri kita..jangan sampai ada perpecahan hanya karena kita beda..

          postingan terakhir Ipul itu Capres dan Karakter Tim Nasional Sepakbola

          ReplyReply
          • At 2009.07.07 20:26, n t a n said:

            saya bisa ngomong di atas begitu karena tidak punya tendensi apa-apa daeng, jadi lebih bisa (sedikit) berpikir :D
            dan saya setujuH dengan pernyataan terakhir ta’
            demi Indonesia Raya
            Merdeka!!

            ReplyReply
          • At 2009.07.06 09:51, Iwing said:

            Ewako..Intan..!
            Mari satu kata, satu hati satu contrengan… hehe. salama’

            postingan terakhir Iwing itu Negara Diri

            ReplyReply
            • At 2009.07.07 20:28, n t a n said:

              sepakat!

              *bahagia karena besok bisa ikutan nyontreang*
              *kipas-kipas pake’ KTP dan KK*

              ReplyReply
            (Required)
            (Required, will not be published)
            CommentLuv Enabled
            :D :-) :( :o 8O :? 8) :lol: :x :P :oops: :cry: :evil: :twisted: :roll: :wink: :!: :?: :idea: :arrow: :| :mrgreen: