Archive for the ‘Musik’ Category
May
#4 – Bengawan Solo
Hari Kebangkitan Nasional diwarnai dengan duka atas berpulangnya Maestro Indonesia, Gesang. Pencipta lagu Bengawan Solo ini yang sebelumnya telah dikabarkan meninggal dunia di hari kamis, tgl 19 Mei 2010 oleh salah satu tivi berita. Kesalahan dari tivi berita itu sangat fatal, dan kejadian ini bukan untuk pertama kalinya. Hokey hokey! Saya ndak pengen membahas kesalahan pemberitaan itu.
Bengawan Solo – dicomot dengan semena-mena dari google
Begini begini…
Saya punya pengalaman masa kecil dengan lagu ini. Dulu papa saya suka sekali mendendangkan lagu Bengawan Solo dengan pemenggalan yang dia buat sendiri. Bukan bermaksud melecehkan terlebih merusak keindahan lagu tapi terlebih untuk menggoda saya dan kakak-kakak.
Lirik dari lagu Bengawan Solo
Bengawan Solo | riwayatmu kini|
Nah, papaku itu menyanyi dengan penggalan begini
Bengawan so | lo riwayat mu kin i|
Kalau sudah mulai bernyanyi begitu, saya dan kakak-kakak pasti ikutan nyanyi dan terpingkal bersama setelahnya. Kejadian ini salah satu kenangan menyenangkan yang saya ingat sampai sekarang. Hihihi.
Oh ya, belum lama ini tapi saya lupa tepatnya. Lagu-lagu seperti Sepasang mata bola, Bengawan Solo, Jembatan Merah dan lagu sejenis. Terputar secara otomatis di otak saya, ndak sengaja mulut pun ikut menyenandungkan lagu-lagu ini. Sampai pernah berencana untuk mendonlotnya. Lagu-lagu keroncong memang sangat nyaman didengarkan ketika pagi hari dan malam menjelang tidur.
Mari kita lestarikan karya salam negeri.
Mar
(I wish, I’ll be) Happy Ending :)

Sebenarnya sudah lama lagu ini nangkring di PC kantor saya. Tapi ndak tau kenapa, saya selalu melangkahinya untuk masukkan ke dalam playlist. Siang tadi, saya iseng memasukkan semua lagu punya Dewiq ini.
Nah, begitu lagu ini mengalun. What a song! Kenapa bisa selama ini saya melewatkannya. Silahkan kalian simak sendiri lagunya. Walaupun tema lagu seperti Happy Ending tidak lagi membuat dada saya berdesir (tapi saya yakin lagu ini bisa membunuh bila saya dengarkan 3-4 bulan lalu). Setidaknya saya suka pesan moral yang diusung terlebih pada chorus terakhir. (more…)
Oct
Merindukanmu
![]()
Saat aku tertawa diatas semua
Saat aku menangisi kesedihanku
Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang
Selama aku masih bisa bernafas
Masih sanggup berjalan ku kan slalu memujamu
Meski ku tak tahu lagi engkau ada dimana
Dengarkan aku ku merindukanmu
Saat aku mencoba merubah segalanya
Saat aku meratapi kekalahanku
Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang
by d’Masiv
—
![]()






