Oct 14

Binary Heart

Rembulan,
Setiap melihatmu
Teringat pula, aku akan dirinya
Dia yang bersemanyam didada
Lelaki yang ku harap kelak dengan sangat

Namun bila tak cukup waktuku dengannya
Kan kuukir dan titipkan dia kepadamu
Jikalau aku merindu
Cukup ku tunggu hadirmu
Karena ku yakin pasti, kau akan selalu hadir
Walaupun terhalau awan
Dan ku tau pasti, dia juga berada disana
Dalam dirimu


-dibawahsiramanrembulan,14102008-
@};-

Aug 1

hey lihat!
sekarang, saya sangat narsis dengan header yang baru ^^
masih dengan nuansa biru
blue blue blue…
i love Blue *kayak nama situs saja :D*

makasih buat cuplesse’ku:x
hehehee..
oh ya, bikinnya itu gak sampe’ 30 menit loh

yihaaa…
:D/

Jun 8

*nukilan lirik yang sedang bertengger di playlist*
*sembari melirih*

———

I’m walking away
From the troubles in my life
I’m walking away
Oh, to find a better day

———

When you go
Would you even turn to say
“I don’t love you
Like I did
Yesterday”

When you go
Would you have the guts to say
“I don’t love you
Like I loved you
Yesterday”

———

tak ada rasa
apalagi airmata
apakah ini pertanda?

meski berupaya
namun kehendak bicara
apalah daya
upaya seakan sia

(mungkin) sudah tak ada…

cinta
aku maupun dia

May 5

sekarang ini saya pengen nangis. nangis sesenggukan hingga mata bengkak.
pengen ketawa juga. ketawa sekeras-kerasnya hingga berurai airmata.

apakah saya gila?
bisa ya tapi bisa saja tidak

kenapa saya ingin melakukan 2 hal antonim?
karena suatu kebodohan. kebodohan yang selama ini saya lakukan.
padahal manusia itu makhluk belajar. belajar apa saja, tak berhenti hingga nyawa terenggut.
tapi selama ini saya bodoh meskipun belajar, kenapa?
karena saya masih mengulangi kebodohan itu setiap hari, menit dan detik.
bebal. eh? iya?! benar! istilah yang cocok untuk saya. cocok sekali.
memang parah. dan lebih parahnya lagi.
saya itu sombong. congkak.
saya anggap kalau saya sudah tau atau sudah belajar atau lagi sudah pernah pelajari.
ternyata tak satu pun saya belajar. jadinya saya itu tidak tahu kalau saya tidak tahu.
fyuh.. lengkap sudah perpaduaannya. bebal dan sombong.

hanya saja dia dengan tekunnya ngajari saya. ngasih tau.
entah dalam diam. dalam marah. dalam senyum. dalam sedih. dalam tawa. dalam muram. dalam apa saja.
jelasnya, tanpa henti mengingatkan dan memberitahukan kebodohan saya.
meskipun dia tidak cukup baik sebagai pengingat :D.

saya hanya bisa bilang.
makasih banyak dan maaf(tapi kalau kata maaf saja cukup kenapa ada polisi *ngutip dari MG ;;)*)

yah itu saja.

*sekali lagi saya ingin mencintamu dengan cara berbeda*

« sebelum