Archive for the ‘Personal’ Category
Jul
25 untuk Kau
25. Kau memilihnya untuk menjadi tanggal bersejarahmu. Suatu predikat yang sangat lama kau dambakan. Dulu, kita berharap yang sama, saling setia seperti apa yg kau janjikan di depan penghulu hari ini.
Romantisme itu telah lama berakhir, tertelan oleh babak drama lainnya. Bayangmu juga lambat laun mengabur, walau tak mudah dengan segera aku melepaskan. Terlalu kuat genggaman kenangan itu. Tapi jangan khawatir, aku mampu mengatasinya seorangku. Masih seperti yang sering aku sombongkan padamu dulu.
Maafkan untuk tulisan sangat bodoh ini, tak ada niat untuk mengusik kau di hari pertamamu disebut sebagai suami. Hanya ingin ucap Selamat. Bahagia menyertaimu hingga nanti.
Karena kita berada pada masa lalu yang sama. Juga kau dan aku lahir dari sebuah mimpi, mimpi yang tiada berkesudahan.
![]()

May
#4 – Bengawan Solo
Hari Kebangkitan Nasional diwarnai dengan duka atas berpulangnya Maestro Indonesia, Gesang. Pencipta lagu Bengawan Solo ini yang sebelumnya telah dikabarkan meninggal dunia di hari kamis, tgl 19 Mei 2010 oleh salah satu tivi berita. Kesalahan dari tivi berita itu sangat fatal, dan kejadian ini bukan untuk pertama kalinya. Hokey hokey! Saya ndak pengen membahas kesalahan pemberitaan itu.
Bengawan Solo – dicomot dengan semena-mena dari google
Begini begini…
Saya punya pengalaman masa kecil dengan lagu ini. Dulu papa saya suka sekali mendendangkan lagu Bengawan Solo dengan pemenggalan yang dia buat sendiri. Bukan bermaksud melecehkan terlebih merusak keindahan lagu tapi terlebih untuk menggoda saya dan kakak-kakak.
Lirik dari lagu Bengawan Solo
Bengawan Solo | riwayatmu kini|
Nah, papaku itu menyanyi dengan penggalan begini
Bengawan so | lo riwayat mu kin i|
Kalau sudah mulai bernyanyi begitu, saya dan kakak-kakak pasti ikutan nyanyi dan terpingkal bersama setelahnya. Kejadian ini salah satu kenangan menyenangkan yang saya ingat sampai sekarang. Hihihi.
Oh ya, belum lama ini tapi saya lupa tepatnya. Lagu-lagu seperti Sepasang mata bola, Bengawan Solo, Jembatan Merah dan lagu sejenis. Terputar secara otomatis di otak saya, ndak sengaja mulut pun ikut menyenandungkan lagu-lagu ini. Sampai pernah berencana untuk mendonlotnya. Lagu-lagu keroncong memang sangat nyaman didengarkan ketika pagi hari dan malam menjelang tidur.
Mari kita lestarikan karya salam negeri.
May
#2 – Berenang: Olahraga dan Terapi Jadi Satu
Kalau sekarang kalian tanya, olahraga apa yang saya gandrungi?
Pastinya berenang.
Heh? Berenang? Memangnya bisa?
Ya bisa, karena semenjak saya berenang dan ada teman yang liat saya berenang. Dia bilang kalo hukum archimedes jadi terbantahkan. Hahahaha, kuraaa(ng ajar)!.
Terus kenapa saya memilih berenang?
Karena saya ndak suka lari. Menurutku, lari itu olahraga paling aneh. Ndak ada yang ngejar koq lari? Hahahaha. Alasan konyol! Etapi memang benar kan :P. Sebenarnya sih saya punya alasan kuat, karena lari saya lambat. Itu terbukti ketika masih SD, saya selalu berteriak ke teman-teman sepermainan kalau ketemu anjing, jangan lari karena anjingnya pasti ngejar. Yah, namanya juga anak-anak, larilah mereka. Dan saya ditinggal semena-mena berdua dengan anjing yang sudah menyalak ndak jelas gitu. Kiyaaaa! saya pun lari paling belakang lagi sampai hampir digigit
. Huft! kali ini alasannya sangat sangat konyol ya
.
Balik lagi ke renang. Siapa sih yang ndak suka main air? *mikir*. Main air itu keisengan yang sangat menyenangkan. Apalagi kalau bisa basah-basahan dan membelah air. Wiih! asiiik sekali.
Oh ya, satu lagi alasan yang masuk akal kenapa saya milih renang?
Karena renang salah satu olahraga cardio yang ndak perlu berpeluh-peluh ria. hahaha.







