Hey, Angin!
Aku merindunya, Apakah kau dengar itu?
-sunyi-
Berlari saja engkau bagai kesetanan,
Tak pedulikan seruan bathin yang tertelan bingar orasi pemenangan
Ah. Sepertinya kau sedang terburu hendak menjadi saksi hidup perhelatan akbar negeri ini,
Hingga sapaku tak jua engkau bawa untuk disematkan pada hembusan nafasnya
gambar dari sini
Coba bayangkan bila langit tak pernah berwarna kelabu
Begitu manisnya kanvas biru terang bernoktah putih
Semarak beriringan bagai domba sedang merumput biru
Sesekali bersih jika si domba tertiup angin
Kupu dan pipit pun menari bebas pada hamparan nan hijau
Berlarian di kelopak bunga, dedaun dan reranting
Seandainya langit tak pernah berwarna kelabu
Betapa bahagianya sang bunda
Ketika popok si kecil kering dengan sempurna
Tak [...]
Tahukah kau.
Bola api kini meredup menuju peraduan.
Cahyanya tak lagi menyengat hingga ubunubun.
Tahukah kamu.
Jingga keemasannya mendekap erat birunya langit.
Seakan tak ingin terpisah.
Kan ku rekam bias anggun nan elok itu.
Dan menyambut petang dengan berseri pada hamparan gemintang.
Juga purnama, yang setia terduduk syahdu menanti malam.
sungguh cantik senja.
bukan.
maka itu aku mencintanya.
gambar dari sini










