Archive for the ‘Ucapan’ Category

25
Jul

25 untuk Kau

Posted under Personal, Rasa, Ucapan 5 Comments

25. Kau memilihnya untuk menjadi tanggal bersejarahmu. Suatu predikat yang sangat lama kau dambakan. Dulu, kita berharap yang sama, saling setia seperti apa yg kau janjikan di depan penghulu hari ini.

Romantisme itu telah lama berakhir, tertelan oleh babak drama lainnya. Bayangmu juga lambat laun mengabur, walau tak mudah dengan segera aku melepaskan. Terlalu kuat genggaman kenangan itu. Tapi jangan khawatir, aku mampu mengatasinya seorangku. Masih seperti yang sering aku sombongkan padamu dulu.

Maafkan untuk tulisan sangat bodoh ini, tak ada niat untuk mengusik kau di hari pertamamu disebut sebagai suami. Hanya ingin ucap Selamat. Bahagia menyertaimu hingga nanti.

Karena kita berada pada masa lalu yang sama. Juga kau dan aku lahir dari sebuah mimpi, mimpi yang tiada berkesudahan.

25

Tags: , , ,
27
Sep

Silaturahim kala Idul Fitri

Posted under Aktivitas, Makassar, Personal, Ucapan 2 Comments

Bulan Suci Ramadhan yang terlewati beberapa hari kemaren,  membawa kita kepada bulan Syawal yang diawali dengan Idul Fitri  (1 Syawal). Di tahun 1430 H, puasa yang dijalani tidak genap 30 hari seperti biasanya hanya selama 29 hari.

Diwajibkannya puasa atas ummat Islam mempunyai hikmah yang dalam. Yakni merealisasikan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebagaimana yang terkandung dalam surat al-Baqarah ayat 183:

“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalain bertakwa.”

Setelah berjamaah melakukan sholat 2 rakaat.  Seluruh ummat bersalam-salaman, bermaaf-maafan dan saling bersilaturahim. Baik secara langsung maupun media karena terbatas oleh jarak dan waktu.  Namun ada baiknya bila dilakukan secara langsung. Itu mengapa budaya mudik (pulang ke kampung halaman) sangat kental.

Tapi ada cuil hal yang mengganggu saya selama ini. Tak jarang teman, keluarga, orang tua atau bahkan kita sendiri menyebut kata “Silaturahim” dengan “Silaturahmi”. Yang sebenarnya Silaturahim adalah kata majemuk yang terambil dari kata shilat dan rahim. Kata shilat berakar dari kata yang berarti “menyambung”, dan “menghimpun”. Ini berarti bahwa hanya yang putus dan yang berseraklah yang dituju oleh kata shilat.  Sedangkan kata rahim pada mulanya berarti “kasih sayang” kemudian berkembang sehingga berarti pula “peranakan” (kandungan), karena anak yang dikandung selalu mendapatkan curahan kasih sayang.

Untuk saya sendiri, silaturahim bukan sekedar mengunjungi dan bermaaf-maafan tapi lebih kepada menjalin ukhuwah (hubungan) yang semakin kuat kepada seluruh umat, bahkan pada pemeluk agama yang berbeda sekalipun.

Secara harfiah, silaturahim tidak hanya bermakna menyambungkan tali kasih sayang. Akan tetapi, lebih jauh mempunyai potensi untuk mengubah bangunan-bangunan sosial yang ada bila dilakukan secara intensif, memiliki kekuatan informatif, dan teratur.

Dan mengutip lebih jauh bahwa kata Silaturahim mempunyai makna spiritual dan historis yang tinggi.

Untuk itu, dalam nuansa Idul Fitri maka saya menghaturkan maaf atas segala salah dan khilaf  yang terjadi di dunia maya selama ini karena dunia ini telah menjadi bagian dari hidup saya. Meskipun kita hanya dipertemukan dengan tulisan. Semoga jalinan pertemanan dan dinamika pada dunia ini, terus mengasah sisi positif diri kita semua. Amin

Artikel terkait :

  • http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/15-pengajian/1023-sejarah-puasa
  • http://ariefhikmah.blogdrive.com/
  • http://aljawad.tripod.com/arsipbuletin/silatur.htm

http://ariefhikmah.blogdrive.com/

Tags: , , , , ,
27
Jun

Doa sederhana

Posted under Ucapan 7 Comments

Kali ini hanya mampu berikan seuntai doa sederhana
Untuk bahagiamu hari ini maupun esok nanti

Tags: , , , , , , ,