Sebenarnya saya sudah membuat sebuah postingan untuk aksi demo yang terjadi hari ini di Makassar. Katanya sih demo ini digalang untuk turut berpastisisai dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh di tanggal 9 Desember. Tadinya saya mau menceritakan aksi konvoi yang teratur dan tidak neko-neko dari para pendemo. Trafik jalan tidak terlalu berpengaruh, karena polisi dengan sigap membantu lalu lintas jalan yang memang sedang padat-padatnya.

Belum sempat postingan saya ter-publish, ternyata apa yang terjadi. Saya membaca beberapa status fesbuk dari beberapa teman dan berita online bahwa terjadi keanarkisan pendemo yaitu pengerusakan bangunan restoran, fasilitas umum hingga kendaraan yang sedang di parkir.

*sigh*

Hari Anti Korupsi Sedunia

Haruskah sejarah buruk terus dan terus diadopsi? Saya merasa masyarakat dan mahasiswa terus-terusan melangkah ke belakang, sadar maupun tanpa sadar. Padahal kita adalah manusia yang dibekali otak dan nurani yang dapat digunakan untuk mengolah segala rasa dan pikiran kita untuk terus berinovasi dan kreatif.

Sadarkah kalau fasilitas umum yang dirusak itu adalah hasil pajak yang kita bayarkan pada saat kita nonton di bioskop, berbelanja pakaian dan sepatu, membeli sebungkus mie instan atau mungkin hanya sebatang rokok yang kalian isap dan buang percuma.

Taukah saudara kalau semua itu tidak didapatkan dengan sekejab saja seperti pada saat kalian rusak, terlebih lagi pengerusakan itu malah menjadi biang korupsi lagi. Kenapa? karena fasilitas umum yang dirusak berdampak pada perbaikan fasilitas umum lagi dan itu menggunakan uang negara. Nah, apa yang terjadi? pembengkakan APB, mark-up pembiayaan :( .

Moral bangsa Indonesia memang sedang sekarat, tapi kita tidak bisa menyalahkan apa dan siapa. Mulai lah memperbaiki moral dari keluarga sendiri, paling tidak kita ikut bertanggung jawab meskipun skalanya tidak besar. Dengan harapan hari esok dapat menjadi lebih baik.

Jujur, sebenarnya saya ndak mau posting tentang keadaan negara kita dengan terjadinya kasus di sana-sini. Saya merasa kita sebagai warga akan lelah sendiri karena memikirkan kasus penggelapan dan skandal yang tidak pernah ada habisnya. Sedangkan pemerintah tidak pernah memikirkan kenyamanan dan ketentraman rakyat. Padahal kita punya kehidupan yang tiap harinya harus dijalani. Kedengaran egois dan apatis. Tapi begitulah keadaan Indonesia sekarang.

Postingan ini tidak mengandung tendensi apa-apa. Saya hanya miris melihat kejadian tidak berotak yang dilakukan oleh sekerumpulan makhluk yang dinamakan manusia. Smoga kita semua mendapat pelajaran yang berharga dari segala yang terjadi di muka bumi.

Tags: , , , , , , , ,

Sabtu pekan lalu (28 November 2009), saya dan teman-teman dari Makassar-Backpacker.com berkopdar-ria dengan menghadiri Festival Film Eropa yang digelar di Aula Mattulada, Fak. Ilmu Budaya Unhas.

Ada 3 film yang akan diputar pada hari pertama, tapi saya memilih untuk menonton 1 film saja, itu pun kalau filmnya menarik.

Nah, langsung saja ya saya ceritakan tentang film yang sempat saya tonton.

Dari judulnya saja sudah ketauan kalo film ini bertemakan sepak bola. Saya sedikit sangsi akan jalan ceritanya. Emang bagus yah?. Tapi jujur judul yang dipilih oleh sutradaranya sangat brilian. Simple tapi sangat mengena dengan tema.

Sedikit bocoran dari si MC kalo FC VEnus ini kategori film Comedy Romantic. Waoow… tambah penasaran saja!

Dan prediksi awal saya tentang film ini berbalik 180 derajat, saya sangat menikmati FC Venus. Viola! Film ini benar-benar bisa mengaduk ekspresi saya dan tentunya penonton yang lain. Sangat natural dan dewasa :D, jadi anak dibawah umur jangan nonton dulu ya. Recommended!

Silahkan berburu film ini, pokoknya layak untuk jadi koleksi deh :)

Tags: , , , , , ,

Bulan Suci Ramadhan yang terlewati beberapa hari kemaren,  membawa kita kepada bulan Syawal yang diawali dengan Idul Fitri  (1 Syawal). Di tahun 1430 H, puasa yang dijalani tidak genap 30 hari seperti biasanya hanya selama 29 hari.

Diwajibkannya puasa atas ummat Islam mempunyai hikmah yang dalam. Yakni merealisasikan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebagaimana yang terkandung dalam surat al-Baqarah ayat 183:

“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalain bertakwa.”

Setelah berjamaah melakukan sholat 2 rakaat.  Seluruh ummat bersalam-salaman, bermaaf-maafan dan saling bersilaturahim. Baik secara langsung maupun media karena terbatas oleh jarak dan waktu.  Namun ada baiknya bila dilakukan secara langsung. Itu mengapa budaya mudik (pulang ke kampung halaman) sangat kental.

Tapi ada cuil hal yang mengganggu saya selama ini. Tak jarang teman, keluarga, orang tua atau bahkan kita sendiri menyebut kata “Silaturahim” dengan “Silaturahmi”. Yang sebenarnya Silaturahim adalah kata majemuk yang terambil dari kata shilat dan rahim. Kata shilat berakar dari kata yang berarti “menyambung”, dan “menghimpun”. Ini berarti bahwa hanya yang putus dan yang berseraklah yang dituju oleh kata shilat.  Sedangkan kata rahim pada mulanya berarti “kasih sayang” kemudian berkembang sehingga berarti pula “peranakan” (kandungan), karena anak yang dikandung selalu mendapatkan curahan kasih sayang.

Untuk saya sendiri, silaturahim bukan sekedar mengunjungi dan bermaaf-maafan tapi lebih kepada menjalin ukhuwah (hubungan) yang semakin kuat kepada seluruh umat, bahkan pada pemeluk agama yang berbeda sekalipun.

Secara harfiah, silaturahim tidak hanya bermakna menyambungkan tali kasih sayang. Akan tetapi, lebih jauh mempunyai potensi untuk mengubah bangunan-bangunan sosial yang ada bila dilakukan secara intensif, memiliki kekuatan informatif, dan teratur.

Dan mengutip lebih jauh bahwa kata Silaturahim mempunyai makna spiritual dan historis yang tinggi.

Untuk itu, dalam nuansa Idul Fitri maka saya menghaturkan maaf atas segala salah dan khilaf  yang terjadi di dunia maya selama ini karena dunia ini telah menjadi bagian dari hidup saya. Meskipun kita hanya dipertemukan dengan tulisan. Semoga jalinan pertemanan dan dinamika pada dunia ini, terus mengasah sisi positif diri kita semua. Amin

Artikel terkait :

  • http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/15-pengajian/1023-sejarah-puasa
  • http://ariefhikmah.blogdrive.com/
  • http://aljawad.tripod.com/arsipbuletin/silatur.htm

http://ariefhikmah.blogdrive.com/

Tags: , , , , ,